E-LITION 2026, Menggali Gagasan Kritis Menjawab Tantangan SDGs di MAN 1 Yogyakarta

Yogyakarta (MAN 1 Yogyakarta) – Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) LIBA MAN 1 Yogyakarta sukses menggelar puncak kompetisi esai tingkat DIY-Jateng bertajuk E-LITION (Essay Liba Competition). Mengangkat tema besar “Trajectory & Essence: Mengkaji Denyut Realitas, Membuka Cakrawala Masa Depan Indonesia”, ajang ini menjadi bagian krusial dalam menyemarakkan rangkaian Alnesa Competition 2026. Melalui kompetisi ini, MAN 1 Yogyakarta berupaya memfasilitasi pelajar jenjang SMP/MTs sederajat untuk bersikap kritis terhadap dinamika pembangunan nasional yang selaras dengan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs).
Kegiatan babak final yang berlangsung secara offline di lingkungan MAN 1 Yogyakarta ini merupakan muara dari proses seleksi ketat yang dimulai sejak awal Januari 2026. Dari puluhan naskah yang masuk pada dua gelombang pendaftaran, terpilih 14 tim finalis terbaik yang terdiri dari 7 tim kategori Saintek dan 7 tim kategori Soshum. Para finalis ditantang untuk mempresentasikan gagasan inovatif mereka di hadapan dewan juri, mulai dari solusi penanganan perubahan iklim dan produksi bertanggung jawab di bidang Saintek, hingga isu pekerjaan layak dan masyarakat kota yang berkelanjutan di bidang Soshum.

Sesi presentasi yang berlangsung di Laboratorium Biologi dan Laboratorium Fisika terasa sangat hidup dengan perdebatan ilmiah yang tajam namun edukatif. Peserta tidak hanya memaparkan data, tetapi juga menawarkan solusi konkret atas ketimpangan antara pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat. “Tema ini sengaja kami pilih agar generasi muda memahami arah pembangunan (trajectory) sekaligus menjaga nilai-nilai keadilan dan keberlanjutan (essence). Kami ingin menanamkan budaya meneliti sejak dini agar mereka menjadi agen perubahan yang solutif,” ujar salah satu panitia penyelenggara dari KIR LIBA.
Tak hanya beradu argumen di ruang presentasi, para peserta juga diajak untuk mengenal lebih dekat lingkungan madrasah melalui kegiatan Tour D’MANSA. Dipandu oleh panitia, para finalis menjelajahi berbagai fasilitas unggulan, termasuk Gedung SBSN yang modern. Mereka melihat langsung fasilitas laboratorium yang lengkap, perpustakaan sebagai pusat literasi, hingga ruang-ruang kreativitas multimedia. Momen ini memberikan gambaran nyata bagi para murid SMP/MTs mengenai bagaimana suasana belajar dan pengembangan bakat yang dinamis di MAN 1 Yogyakarta, sekaligus memberikan jeda yang menyenangkan setelah sesi presentasi yang menegangkan.
Suasana semakin meriah saat peserta diarahkan menuju area pameran 11 organisasi murid di MAN 1 Yogyakarta. Di sana, para finalis dapat berinteraksi langsung dengan kakak-kakak kelas yang memamerkan karya dan profil organisasi mereka. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sesi talkshow inspiratif dari kak Hanifa yang merupakan salah satu alumni berprestasi dari MAN 1 Yogyakarta. Kegiatan talkshow ini bertempat di Ruang Multimedia yang membahas peran pemuda dalam mencapai target SDGs 2030. Sesi ini berhasil membuka cakrawala baru bagi peserta mengenai pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih inklusif.
Puncak acara ditutup dengan Closing Ceremony dan pengumuman pemenang di halaman madrasah. Penghargaan diberikan kepada para juara di masing-masing bidang sebagai bentuk apresiasi atas pemikiran kritis dan kerja keras mereka. Pada kategori Soshum, predikat Juara 1 berhasil diraih oleh Tim Trash 2 Spark (MTsN 4 Bantul), disusul oleh Tim MATSAGABA (MTsN 3 Bantul) sebagai Juara 2. Sementara itu, pada kategori Saintek, Juara 1 disabet oleh Tim NASGOR GORENG (SMPN 1 Kalasan) dan Juara 2 diraih oleh Tim BUKAN WIBU BIASEA (MTsN 9 Bantul). Dengan berakhirnya E-LITION 2026, MAN 1 Yogyakarta berharap semangat meneliti dan kepedulian sosial yang telah terpupuk selama kompetisi ini dapat terus dibawa oleh para peserta ke sekolah masing-masing, demi mewujudkan masa depan yang lebih hijau dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. (hmm)



