Murid MAN 1 Yogyakarta Raih Juara 3 Tilawatil Qur’an UNAIC Digital Competition 5.0 Tingkat Nasional

Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – Dalam perlombaan Tilawatil Qur’an yang diadakan oleh Universitas Al Irsyad Digital Competition 5.0 tingkat nasional, Arinda Isma Al Maidani, murid X MANPK2, menorehkan prestasi untuk MAN 1 Yogyakarta dengan meraih juara 3. Perlombaan ini diselenggarakan secara online di mana peserta mengirimkan video kepada juri mulai dari Kamis, 20 November 2025 hingga Kamis, 15 Januari 2026. Setelah penilaian selesai, pengumuman juara dilakukan pada Rabu (21/1/2026).
Dalam wawancara, Arinda mengungkapkan bahwa untuk mempersiapkan lomba, ia rajin berlatih dengan guru privatnya. Baik melalui video call setiap malam ataupun bertemu secara langsung. Ia merasa enjoy karena lomba dilaksanakan secara online meski juga sempat memikirkan tentang ketatnya persaingan dengan peserta lain.
Arinda merasa senang dan bersyukur karena usahanya tidak sia-sia. Selain itu, kemenangannya ini juga menjadi motivasi untuk terus berlatih agar di lain waktu bisa mendapatkan hasil yang lebih baik. Di akhir wawancara, Arinda memberikan kalimat motivasi untuk teman-teman lainnya.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag, S.Pd, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Arinda. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya membanggakan madrasah, tetapi juga menjadi bukti komitmen MAN 1 Yogyakarta dalam menumbuhkan kecintaan murid terhadap Al-Qur’an.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa MAN 1 Yogyakarta tidak hanya fokus pada penguatan akademik, tetapi juga pada pembinaan karakter dan nilai-nilai keislaman. Kami berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi murid lainnya untuk terus berprestasi, mengembangkan potensi diri, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan,” ungkapnya.
“Untuk teman-teman yang pengen ikut lomba MTQ juga, tetaplah percaya pada kemampuan diri sendiri. Persiapkan diri dengan sungguh-sungguh, perbanyak latihan, dan jangan lupa niatkan lomba ini sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Menang atau belum menang bukanlah tujuan utama, yang terpenting adalah keberanian untuk tampil, belajar, dan mencintai Al-Qur’an,” ujarnya. (lil)



