Talkshow SNBP, SNBT, dan Ujian Mandiri: MAN 1 Yogyakarta Bekali Murid Strategi Masuk PTN

Yogyakarta (MAN 1 Yogyakarta) – Sebagai upaya membekali murid kelas XII menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi negeri, MAN 1 Yogyakarta menggelar talkshow bertajuk “Mengulik SNBP, SNBT, dan Ujian Mandiri: Menentukan Jalur, Menyiapkan Diri, dan Menata Masa Depan”. Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber alumni muda inspiratif dari perguruan tinggi ternama, yaitu RA. Luthfia (Teknik Lingkungan, Universitas Gadjah Mada), Ramadhani A. (Teknik Tambang dan Minyak, Institut Teknologi Bandung), serta Aisha Zazkia (Manajemen Kebijakan Publik, Universitas Gadjah Mada).
Kepala Madrasah Edi Triyanto, S. Ag., S. Pd., M. Pd. menyambut positif terselenggaranya talkshow ini. Edi menilai kegiatan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan murid kelas XII yang tengah berada pada fase penentuan masa depan. “Masuk perguruan tinggi bukan hanya soal kepintaran, tetapi juga soal strategi, kesiapan mental, dan kejelasan tujuan. Talkshow ini membantu murid memahami pilihan mereka secara lebih sadar dan bertanggung jawab,” ujar Edi.
Talkshow ini memberikan gambaran komprehensif mengenai karakteristik tiga jalur utama seleksi masuk PTN, sekaligus menekankan pentingnya kesiapan akademik, mental, dan ketepatan dalam memilih jurusan. Ramadhani A. menjelaskan bahwa SNBT merupakan seleksi nasional berbasis tes yang menuntut konsistensi belajar dan ketangguhan mental. UTBK, menurut Ramadhani, bukan sekadar ujian akademik, tetapi juga ajang kompetisi besar karena diikuti oleh peserta dari tiga angkatan. “UTBK itu adu mental. Kita harus menyiapkan mental baja untuk beradu kemampuan, fokus, dan juga keberuntungan,” ujar Ramadhani. Terakhir, Ramadhani menekankan pentingnya meluruskan niat, menjalankan kewajiban sebagai pelajar, membangun kebiasaan membaca, rutin berlatih soal dan tryout, serta mengelola waktu dengan disiplin menjelang pelaksanaan UTBK yang tahun tinggal 91 hari lagi (21–30 April 2026).

Sementara itu, RA Luthfia membagikan pengalamannya lolos SNBP, jalur seleksi yang berbasis rapor dan rekam jejak akademik. Luthfia menegaskan bahwa SNBP harus dipersiapkan sejak awal masa belajar, terutama dalam menentukan jurusan tujuan. “Idealis itu penting, tetapi realistis juga wajib. Kita perlu memahami dengan detail program studi yang kita pilih, termasuk alternatif prodi yang serumpun, agar tetap sejalan dengan minat dan peluang,” jelas Luthfia. Luthfia juga mengingatkan bahwa murid yang diterima melalui SNBP tidak dapat mengikuti jalur seleksi lain, sehingga keputusan harus benar-benar matang dan sesuai passion.
Aisha Zazkia menyoroti Ujian Mandiri sebagai jalur seleksi yang mekanismenya berbeda di setiap perguruan tinggi. Menurutnya, murid perlu mencermati dengan teliti persyaratan dan ketentuan masing-masing universitas. “Sebagian kampus mewajibkan skor UTBK, sebagian lainnya memiliki skema seleksi tambahan. Karena itu, murid harus aktif mencari informasi resmi dan menyiapkan diri secara administratif maupun akademik,” papar Aisha.
Melalui Testimuni#10, MAN 1 Yogyakarta berharap murid tidak hanya berfokus pada hasil akhir berupa kelulusan seleksi, tetapi juga mampu memilih jalur dan jurusan yang benar-benar sesuai dengan minat, kemampuan, dan rencana masa depan mereka. Talkshow ini menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam mendampingi murid melangkah ke jenjang pendidikan tinggi dengan lebih siap dan percaya diri. (luf)



