Humas MAN 1 Yogyakarta Hadiri Yudhistira’s Customer Gathering

Yogyakarta (MAN 1 Yogyakarta) — Staf Humas MAN 1 Yogyakarta, Deti Prasetyaningrum, S.Pd., mewakili Kepala MAN 1 Yogyakarta menghadiri Yudhistira’s Customer Gathering yang digelar di Hotel Tasnem Malioboro, Yogyakarta, Rabu (14/1/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 97 Kepala Sekolah dan Kepala Madrasah dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Acara tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan pendidikan sekaligus membahas arah pengembangan pembelajaran berbasis digital yang selaras dengan penguatan karakter murid.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Drs. Suhirman, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan karakter merupakan prioritas utama pembangunan pendidikan di DIY. Fokus tersebut diwujudkan melalui penerapan tujuh kebiasaan hebat, penguatan pendidikan anak usia dini, peningkatan kualitas guru, serta pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan.
“Peningkatan kualitas guru harus terus dilakukan, salah satunya melalui bimbingan teknis. Guru dituntut untuk inovatif dan mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif, termasuk dengan pemanfaatan e-book,” ujarnya. Menurutnya, pendekatan tersebut akan menciptakan suasana belajar yang nyaman, ceria, dan bermakna bagi murid.

Senada dengan itu, Sub Koordinator Kurikulum dan Kesiswaan Kanwil Kementerian Agama DIY, Anita Isdarmini, S.Pd., M.Hum., menyampaikan bahwa guru merupakan ujung tombak pembelajaran. Ia menekankan pentingnya peningkatan wawasan dan kompetensi digital guru dalam menjawab tantangan zaman. “Ada tiga aspek utama yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan kualitas murid, yakni sumber daya manusia, sarana prasarana, dan kemampuan berpikir kritis. Kolaborasi antara guru dan siswa sangat menentukan keberhasilan pembelajaran,” jelasnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi workshop pengenalan Y-Book, Yudhistira eBook, BDI, YuPintar, dan Yunetic yang disampaikan oleh Muh. Junjung Nawawi, S.E. Dalam paparannya dijelaskan bahwa digitalisasi pembelajaran menjadi sebuah kebutuhan, mengingat peserta didik saat ini merupakan generasi digital native. Y-Book diperkenalkan sebagai aplikasi bahan ajar digital yang memungkinkan guru menyajikan buku pelajaran secara interaktif, baik untuk pembelajaran luring maupun daring.
Sesi utama diisi oleh Dr. Sabar Nurohman, S.Pd., S.I., M.Pd., yang mengupas konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis bahan ajar interaktif. Ia menekankan bahwa pembelajaran harus dirancang secara berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, sehingga mampu menumbuhkan motivasi intrinsik, kreativitas, serta karakter murid secara holistik.
Menanggapi kegiatan tersebut, Deti Prasetyaningrum, S.Pd., menyampaikan bahwa forum ini memberikan perspektif baru bagi satuan pendidikan. “Kegiatan ini sangat inspiratif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Transformasi pembelajaran digital harus berjalan seiring dengan penguatan karakter. Inovasi bahan ajar interaktif dapat menjadi solusi untuk menciptakan pembelajaran yang lebih mendalam, efektif, dan menyenangkan di madrasah,” ujarnya. (dee)



