Berita

Penyuluh Agama KUA Danurejan Berikan Pembinaan di Rutan Yogyakarta

Penyuluh Agama KUA Danurejan Berikan Pembinaan di Rutan Yogyakarta

Yogyakarta (KUA Danurejan) – Penyuluh Agama Islam KUA Danurejan, H. Sujoko Suwono, S.Ag., MSI., kembali memberikan pembinaan rutin kepada warga binaan (wabin) di Rumah Tahanan (Rutan) klas II A Yogyakarta, Jl. Tamansiswa 6A Yogyakarta, pada Kamis, 11 Desember 2025. Kegiatan yang berlangsung setiap Kamis pukul 09.00 WIB itu kembali mendapat antusiasme tinggi dari para wabin.

Dalam sesi pembinaan kali ini, Sujoko mengangkat tema menarik : “Mengapa orang berdoa atau berdzikir dibaca keras ? Apakah Allah itu tuli” ?Tema ini mengundang perhatian dari wabin, karena menyentuh praktik ibadah sehari-hari yang kerap menimbulkan pertanyaan.

Menjawab hal tersebut, Sujoko menjelaskan bahwa dzikir pada prinsipnya cukup dilakukan dalam hati, sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-A’rof ayat 205 dan QS. Ali Imron ayat 191. Pada QS. Al-A’rof ayat 205 ditegaskan agar umat Islam mengingat Allah dengan rendah diri dan rasa takut tanpa mengeraskan suara. Sementara QS. Ali Imron ayat 191 menyebutkan bahwa dzikir dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, baik saat berdiri, duduk maupun berbaring. Dalam hal ini yang tepat adalah dzikir dalam hati.

“Dzikir dalam hati lebih menghadirkan kekhusyukan dan kesadaran, sehingga mampu memberi ketenangan batin”, ujar Sujoko di hadapan para wabin.

Selanjutnya Sujoko juga menyampaikan bahwa ada jenis dzikir yang disyariatkan untuk dibaca dengan suara keras, yakni dzikir haji (kalimat talbiyah) yang didasarkan pada QS. Al-Baqoroh ayat 200.

Kemudian dzikir dalam sholat (bacaan dalam sholat) juga memiliki ketentuan tersendiri, yaitu tidak terlalu keras dan tidak terlalu pelan. Bacaan dalam sholat itu telah dijelaskan dalam QS. Al-Isro’ ayat 110 agar umat Islam mengambil jalan tengah dalam melafalkan bacaan sholat.

Acara pembinaan ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung hangat dan interaktif. Para wabin tampak aktif menyampaikan pertanyaan seputar praktik ibadah dan pengalaman spiritual mereka.

Sebelum menutup kegiatan, Sujoko memberikan nasihat akhir untuk memperkuat pemahaman peserta dalam mengamalkan dzikir sesuai tuntunan syariat dan diakhiri dengan doa. (Jk).