Berita

219 murid MAN 1 Yogyakarta Belajar Toleransi dan Kearifan Lokal di Bali

Yogyakarta (MAN 1 Yogyakarta) – Sebanyak 219 murid MAN 1 Yogyakarta mengikuti kegiatan Studi Budaya ke Bali yang dilaksanakan pada Senin hingga Jumat, (12–16/01/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembelajaran kontekstual untuk memperkaya wawasan murid MAN 1 Yogyakarta tentang kebudayaan Nusantara, khususnya budaya Bali.

Kegiatan studi budaya ini bersifat tidak wajib. Namun demikian, murid yang tidak mengikuti kunjungan ke Bali tetap berkegiatan melalui studi budaya lokal di Yogyakarta agar mendapatkan pengalaman belajar yang serupa. Dengan demikian, seluruh murid tetap terfasilitasi untuk belajar budaya secara langsung sesuai dengan konteks masing-masing.

Selama berkegiatan di Bali, para murid didampingi oleh 18 guru dan karyawan MAN 1 Yogyakarta. Nantinya, murid diajak terjun langsung untuk mengenal budaya Bali secara lebih dekat, tidak hanya melalui teori di kelas, tetapi juga melalui praktik lapangan. Murid mempelajari berbagai aspek budaya, mulai dari nilai-nilai sosial, adat istiadat, bahasa, seni, sejarah, hingga interaksi antarbudaya yang berkembang di masyarakat Bali. Dalam perjalanan ke pulau Bali, rombongan MAN 1 Yogyakarta akan singgah di Universitas Airlangga di Jawa Timur untuk mengetahui seluk-beluk perkuliahan di universitas ternama tersebut. Mengunjungi universitas Airlangga merupakan agenda yang penting mengingat murid-murid kelas XI sebentar lagi mulai merencanakan studi lanjut ke perguruan tinggi.

Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan studi budaya ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi murid. Edi menyatakan bahwa studi budaya menjadi bagian penting dari pendidikan karakter dan penguatan wawasan kebangsaan. “Kami ingin murid memahami keberagaman budaya Indonesia dengan konteks nyata, sehingga tumbuh sikap toleransi, apresiasi, dan rasa bangga terhadap budaya bangsa,” ujar Edi.

Ketua Studi Budaya MAN 1 Yogyakarta, Epa Wira Darmawan, S.Pd., menambahkan bahwa pendekatan pembelajaran langsung menjadi kunci utama dalam kegiatan ini. Epa berharap melalui interaksi langsung dengan masyarakat dan budaya Bali, murid dapat belajar lebih mendalam. “Mereka tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan dan memahami nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat. Harapannya, mereka semakin toleran dan arif dalam menyikapi perbedaan,” jelas Epa.

Selama tanggal 12 hingga 16, siswa akan mengunjungi Universitas Airlangga di Jawa Timur dan beberapa obyek budaya di Bali seperti: Monumen Bajra Sandhi, Munumen Garuda Wisnu Kencana, Pantai Melasti, Kampung Kaman dan beberapa rujukan studi budaya lainnya.

Pengalaman selama studi budaya diharapkan menjadi sarana pembentukan karakter murid. Tantangan dan pengalaman baru yang dihadapi selama kegiatan mampu menumbuhkan sikap keberanian, kemandirian, dan tanggung jawab. Harapannya, dpengan adanya kegiatan studi budaya ini, para murid dapat berkembang menjadi individu yang lebih matang, berwawasan luas, serta siap menghadapi tantangan di masa depan dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. (luf)

Leave a Reply