Berita

Inspirasi untuk Guru, Tugas Utama Guru Ialah Membantu Murid Menemukan Rencana Tuhan Untuk Dirinya

Inspirasi untuk Guru

Oleh: Muhammad Chirzin
Guru = digugu lan ditiru (bhs Jawa); didengar, diikuti, dan diteladani.

Maha Guru kita adalah Allah Swt dan Rasul-Nya.

“Ar-rahman, ‘allamal-quran, khalaqal-insan, ‘allamahul-bayan” — “Dialah Yang Maha Pengasih, Yang mengajarkan Al-Qura, Yang menciptakan manusia, Yang mengajari manusia berbahada.” (QS 55:1-4).

“Alladzi ‘allama bil-qalam, ‘allamal-insana ma lam ya’lam.” — “Dialah yang mengajari manusia dengan pena, mengajarinya segala yang ia belum tahu.” (QS 96:4-5).

Musa dan pembantunya bertemu dengan salah seorang dari hamba Kami, Khidir, yang Kami beri rahmat dari Kami Sendiri, dan Kami beri ilmu dari pihak Kami Sendiri.

Musa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu, asal engkau mengajarkan kepadaku sebagian kebenaran yang lebih tinggi yang telah diajarkan Allah kepadamu?”

Orang itu berkata, “Sungguh engkau tidak akan dapat sabar bersama aku! Bagaimana kau akan sabar mengenai sesuatu yang pengetahuanmu tentang itu belum cukup?”

Musa berkata, “Akan kaulihat aku insyaallah sabar; dan aku tidak akan melanggar perintahmu.”

Orang itu berkata, “Kalau engkau akan mengikuti aku, maka janganlah menanyakan apa pun kepadaku sebelum aku yang mengatakan itu kepadamu.” (QS 18:65-70).

Kebanggaan guru paling besar ialah jika muridnya melebihi dirinya. (Frederich Nietszche).

Guru membesarkan murid; murid membesarkan guru (Ibnu Taimiyyah-Ibnu Qayyim; Muhammad Abduh-Muhammad Rasyid Ridha; Syekhona Cholil-KHA Dahlan, KH Hasyim Asy’ari; HOS Cokroaminoto-Soekarno).

Ing ngarsa asung tuladha; ing madya mangun karsa; tut wuri handayani – Di depan memberikan teladan, di tengah mengobarkan gairah, di belakang menggelorakan perjuangan. (Ki Hajar Dewantara).

Tugas guru ialah membantu murid menemukan rencana Tuhan untuk dirinya.

Peserta didik masing-masing punya karakter sendiri-sendiri, ibarat pohon-pohon di hutan yang beraneka ragam yang harus dikenali satu per satu dengan baik, agar pembelajaran efektif.

Pembelajaran akan efektif apabila dilaksanakan dalam suasana menyenangkan.

Mendidik dan mengajar dengan hati dan cinta.

Apa yang dari mulut sampai ke telinga, apa yang dari hati sampai ke hati.

Buah hanya dapat dirasakan di dalam buah itu sendiri. Melalui cara yang sama, anak Adam hanya dapat memberikan apa yang mereka miliki di dalam diri mereka sendiri. (MR Bawa Muhaiyaddeen).

Orang yang tak punya tak dapat memberi. Kebaikan tidak bernilai selama hanya diucapkan; baru bernilai setelah dikerjakan. (Umar bin Khaththab).

Akhirnya hidup yang besar bukanlah pengetahuan, melainkan perbuatan. (A.L. Huxley).

Jika engkau ingin tidak dilupakan orang segera setelah meninggal dunia, maka tulislah sesuatu yang patut dibaca, atau perbuatlah sesuatu yang patut diabadikan dalam tulisan. (Benjamin Franklin).

Kesadaran, sekalipun hanya sesaat saja, seringkali lebih berharga daripada pengalaman sepanjang hidup. (OW Holmes).

Kesadaran adalah matahari.
Kesabaran adalah bumi.
Keberanian menjadi cakrawala.
Dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata.
(WS Rendra).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button