Deteksi Dini Tahun Ajaran Baru, KUA Wirobrajan Perkuat Sinergi Cegah Kenakalan Jalanan

Yogyakarta (KUA Wirobrajan) — Memasuki Tahun Ajaran Baru 2026/2027, Kantor Urusan Agama (KUA) Wirobrajan terus memperkuat implementasi Early Warning System (EWS) sebagai langkah deteksi dini untuk mencegah potensi kenakalan remaja dan gangguan keamanan di lingkungan pelajar. Upaya tersebut diwujudkan melalui koordinasi lintas sektor bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Wirobrajan Polsek Wirobrajan Aiptu Sumaryanto, didampingi Babinsa, yang berlangsung di SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Rabu (15/7/26).
Koordinasi tersebut membahas berbagai langkah preventif dalam mengantisipasi potensi kenakalan jalanan yang kerap menjadi perhatian masyarakat, khususnya pada masa awal masuk sekolah. Wirobrajan yang berada di wilayah perbatasan Kota Yogyakarta dengan sejumlah sekolah yang berada di jalur strategis dinilai memiliki tingkat kerawanan yang perlu diantisipasi melalui penguatan kolaborasi sejak dini.
Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan, Agus Saiful Bahri, menegaskan bahwa deteksi dini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga keamanan dan membangun karakter generasi muda. Menurutnya, pencegahan akan lebih efektif apabila seluruh pemangku kepentingan memiliki kepedulian dan bergerak secara terpadu.
“Deteksi dini ini penting kita lakukan sebagai bentuk antisipasi agar kejadian-kejadian yang tidak diinginkan dapat dicegah sejak awal. Kolaborasi antara sekolah, kepolisian, TNI, KUA, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman, kondusif, dan mendukung tumbuh kembang pelajar,” ujar Agus.
Ia menambahkan, KUA melalui peran penyuluh agama tidak hanya berfokus pada pembinaan keagamaan, tetapi juga aktif membangun jejaring kemitraan dengan berbagai pihak dalam upaya penguatan pendidikan karakter. Pendekatan Early Warning System menjadi instrumen penting untuk mendeteksi potensi permasalahan sejak awal sekaligus memperkuat edukasi, pendampingan, dan pengawasan terhadap peserta didik.
Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif sehingga para pelajar dapat mengembangkan potensi diri secara optimal tanpa terpengaruh perilaku negatif, seperti kenakalan jalanan, perundungan, maupun bentuk penyimpangan sosial lainnya.
Melalui langkah preventif ini, KUA Wirobrajan kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang berdampak dan terukur. Penguatan kolaborasi bersama aparat keamanan, sekolah, orang tua, dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi dalam membangun generasi muda yang berkarakter, berakhlak mulia, disiplin, serta mampu menjadi agen perdamaian di lingkungan sekitarnya.(Eko)



