Berita

Program Cahaya Dzuhur KUA Ngampilan Perkuat Pembinaan Keagamaan dan Wujudkan KUA Berdampak

Yogyakarta (KUA Ngampilan) – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Ngampilan, H. Anas Yusuf, S.Sos.I, terus menguatkan pembinaan keagamaan masyarakat melalui program Cahaya Dzuhur yang dilaksanakan secara rutin bersama para Penyuluh Agama Islam dan Penghulu KUA Ngampilan.

Program tersebut melibatkan KH. Sholehudin Mansyur, S.Ag., Wintolo, S.Ag., Muhammad Zimamul Wafi, S.H., dan Dr. H. Reza Bakhtiar Ramadhan, S.Hum. Kegiatan dilaksanakan setiap pekan dengan jadwal bergilir di sejumlah masjid di wilayah Kemantren Ngampilan.

Setiap hari Senin, kegiatan berlangsung di Masjid Al Islah Kelurahan Ngampilan dengan kultum yang disampaikan oleh Muhammad Zimamul Wafi, S.H. Pada hari Rabu, kegiatan digelar di Masjid Pertiwi Kelurahan Notoprajan dengan pengisi kultum KH. Sholehudin Mansyur, S.Ag. Sementara pada hari Kamis, kegiatan dilaksanakan di Masjid Baiturrahman Kompleks Aspol Patuk dengan kultum yang disampaikan oleh Dr. H. Reza Bakhtiar Ramadhan, S.Hum. dan Wintolo, S.Ag.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Shalat Dzuhur berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan kuliah tujuh menit (kultum). Selain itu, kegiatan juga menjadi sarana pelaksanaan program SAMBAS (Sambang Masjid), yaitu upaya KUA untuk hadir langsung di tengah masyarakat, menjalin komunikasi dengan jamaah serta mempererat koordinasi dengan para pengurus takmir masjid.

Kepala KUA Ngampilan, H. Anas Yusuf, S.Sos.I., menjelaskan bahwa Program Cahaya Dzuhur telah berjalan sejak 25 Juni 2025 dan menjadi salah satu media efektif dalam memberikan pembinaan keagamaan kepada masyarakat.

“Melalui Program Cahaya Dzuhur, KUA hadir lebih dekat dengan masyarakat. Selain memberikan penguatan spiritual dan wawasan keislaman, kegiatan ini juga menjadi sarana menyampaikan informasi mengenai tugas dan fungsi KUA secara langsung kepada jamaah,” ujarnya.

Program ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi “KUA Berdampak”, yakni menghadirkan layanan dan pembinaan yang dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat. Dengan hadirnya para penyuluh dan penghulu di masjid-masjid, diharapkan terbangun hubungan yang semakin erat antara KUA dan masyarakat serta meningkatnya kualitas kehidupan beragama di wilayah Ngampilan.(Janti)

Leave a Reply