Berita

Dua Nikmat yang Sering Terlupa, Penyuluh KUA Wirobrajan Gaungkan Semangat Hidup Bermakna di Radio Unisia

Yogyakarta – Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan, Agus Saiful Bahri, terus menunjukkan komitmennya dalam menyebarkan nilai-nilai keislaman kepada masyarakat. Kali ini, ia menjadi narasumber dalam Kajian Interaktif Literasi Keislaman yang disiarkan secara langsung melalui Radio Unisia, Kamis (4/6/2026), pukul 10.00–11.00 WIB.

Kegiatan yang merupakan hasil kerja sama antara Radio Unisia dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut menjadi salah satu sarana dakwah yang efektif dalam menjangkau masyarakat luas melalui siaran radio dan platform digital.

Dalam kesempatan itu, Agus Saiful Bahri mengangkat tema tentang dua nikmat yang kerap dilupakan manusia, yakni nikmat sehat dan waktu luang. Menurutnya, kedua nikmat tersebut sering kali baru dirasakan nilainya ketika seseorang kehilangan atau mengalami keterbatasan terhadap keduanya.

“Sehat akan terasa sangat berharga ketika seseorang diuji dengan sakit. Demikian pula waktu akan terasa mahal ketika seseorang dihadapkan pada kesibukan yang luar biasa. Karena itu, manfaatkan kesehatan dan waktu untuk hal-hal yang bernilai ibadah, kebaikan, dan kemaslahatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kesehatan dan kesempatan merupakan anugerah besar dari Allah SWT yang harus disyukuri dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jangan sampai waktu berlalu tanpa menghasilkan manfaat, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat.

Menurut Agus, berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi pengingat bahwa kesehatan dan kesempatan tidak selalu hadir setiap saat. Oleh karena itu, setiap individu perlu membiasakan diri mengisi waktu dengan aktivitas yang produktif, memperbanyak amal saleh, serta meningkatkan kepedulian sosial.

Melalui kajian interaktif tersebut, KUA Wirobrajan terus berupaya menghadirkan penyuluhan agama yang relevan, inspiratif, dan membumi. Pemanfaatan media massa dan platform digital diharapkan mampu memperluas jangkauan dakwah sekaligus memperkuat literasi keislaman masyarakat di tengah perkembangan zaman.

Dengan pesan tentang pentingnya menjaga kesehatan dan memanfaatkan waktu secara bijak, Agus berharap masyarakat semakin termotivasi untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna, produktif, dan bernilai ibadah.[ekoAW]