Berita

Penyuluh Katolik Dampingi Warga Binaan Rutan Yogyakarta Lewat Ibadat Sabda

Yogyakarta (Garakat) – Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta berkolaborasi dengan Persekutuan Doa Magnificat Nandan (Komunitas Doa Maximilianus Maria Kolbe) melaksanakan pendampingan iman bagi warga binaan di Rutan Kelas IIA Yogyakarta, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Ibadat Sabda tersebut mengambil bacaan Injil dari Yohanes 16:23–30 dengan tema utama tentang doa kepada Bapa dalam nama Yesus. Ibadat dipimpin oleh Y. Ruwanto, sementara puji-pujian dipandu oleh Sisca Romana bersama tim. Pembacaan Injil dilakukan secara bergantian oleh peserta pria dan wanita sehingga menciptakan suasana ibadat yang partisipatif dan penuh keterlibatan.

Dalam renungannya, Y. Ruwanto menjelaskan pesan utama Injil yang menegaskan pentingnya doa yang dipanjatkan kepada Bapa dalam nama Yesus. Menurutnya, setelah Yesus naik ke surga, para murid diberi kesempatan untuk datang langsung kepada Bapa melalui doa dengan mengandalkan kehendak dan otoritas Yesus, bukan atas jasa atau kemampuan diri sendiri.

“Segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Ini mengajarkan bahwa doa adalah ungkapan iman dan penyerahan diri kepada kehendak Tuhan,” ungkapnya saat menyampaikan renungan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi berbagi pengalaman iman. Para warga binaan secara terbuka menceritakan pengalaman doa mereka, baik yang berkaitan dengan bacaan Injil hari itu maupun refleksi dari kutipan Kitab Suci lainnya. Dialog yang terbangun berlangsung hangat dan penuh makna, memberikan ruang bagi peserta untuk saling menguatkan dalam perjalanan iman mereka.

Suasana ibadat semakin hidup ketika peserta saling berbagi kisah, harapan, serta pergumulan hidup yang dihadapi selama menjalani masa pembinaan. Melalui doa dan refleksi bersama, mereka memperoleh penguatan spiritual serta semangat baru untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Kegiatan ini diikuti oleh 19 peserta yang terdiri atas 11 warga binaan, lima anggota Persekutuan Doa Magnificat, satu perwakilan Komunitas Maximilianus Maria Kolbe, serta dua Penyuluh Agama Katolik Kankemenag Kota Yogyakarta, yaitu Kristoforus Moses Jamwav dan Edelbertus Jara.

Pendampingan iman tersebut merupakan bagian dari komitmen Penyuluh Agama Katolik dalam memberikan pembinaan rohani kepada warga binaan. Melalui kegiatan keagamaan yang berkelanjutan, diharapkan para warga binaan memperoleh penguatan mental dan spiritual sebagai bekal untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat. (ej)