Berita

Penyuluh KUA Jetis Dukung Penguatan SKTMT dan Pemberdayaan Ekonomi Umat

Jetis — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Jetis turut mendukung kegiatan penguatan Surat Keterangan Terdaftar Majelis Taklim (SKTMT) dan pembahasan rencana pendirian koperasi umat yang diselenggarakan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kemantren Jetis di Aula KUA Jetis, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri pengurus DMI, takmir masjid, penyuluh agama, serta perwakilan majelis taklim se-Kemantren Jetis sebagai bentuk sinergi dalam memperkuat pembinaan keagamaan dan pemberdayaan umat berbasis masjid.

Dalam kegiatan itu, narasumber dari Bimbingan Masyarakat Islam, Muhammad Arif Wahyudi memaparkan pentingnya SKTMT sebagai legalitas resmi bagi majelis taklim. Menurutnya, keberadaan SKTMT menjadi sarana pendataan dan penguatan pembinaan agar majelis taklim semakin aktif dan terarah dalam menjalankan program keagamaan di masyarakat.

“Dengan adanya SKTMT, majelis taklim akan lebih terarah dalam menjalankan programnya serta memiliki pengakuan resmi yang memudahkan dalam akses pembinaan dan pemberdayaan,” ujarnya.

Selain penguatan legalitas majelis taklim, forum juga membahas rencana pendirian koperasi umat sebagai upaya meningkatkan kemandirian ekonomi jamaah berbasis masjid. Ketua DMI Jetis, Totok Pratopo menyampaikan bahwa koperasi umat diharapkan mampu menjadi wadah pemberdayaan ekonomi yang dikelola secara profesional dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“Koperasi umat ini akan kita rancang sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi yang dikelola secara profesional dan berbasis kebersamaan, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala KUA Jetis, Muhammad Fauzan Fatkhulloh mengapresiasi langkah DMI Jetis yang dinilai mampu menghadirkan program keagamaan yang selaras dengan penguatan ekonomi umat. Ia menegaskan bahwa penyuluh agama memiliki peran strategis dalam mendampingi majelis taklim agar tidak hanya aktif dalam pembinaan keagamaan, tetapi juga berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Penyuluh KUA Jetis berharap penguatan SKTMT dan rencana pembentukan koperasi umat dapat menjadi langkah nyata dalam membangun masyarakat yang religius, mandiri, dan berdaya secara ekonomi di wilayah Jetis.[Ara_Ismi]