Penguatan Tahsin dan Tajwid Pelaku UMKM Pasar Kluwih oleh Penyuluh Agama Kraton

Yogyakarta (KUA Kraton) — Suasana Pasar Kluwih pada Senin (4/5/2026) tampak berbeda dari biasanya. Di tengah aktivitas jual beli yang ramai, terdengar lantunan ayat suci Al-Qur’an serta diskusi ringan mengenai fiqih perdagangan.
Inovasi ini dipelopori oleh Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) KUA Kraton melalui program “Dagang Sambil Ngaji”. Surahmat, S.Ag., salah satu PAIF, menyampaikan bahwa program ini bertujuan memberikan edukasi keagamaan tanpa mengganggu aktivitas ekonomi para pedagang.
“Program ini kami rancang agar para pedagang tetap bisa menjalankan usaha sekaligus menambah pemahaman keagamaan,” ujarnya.
Berbeda dengan pengajian pada umumnya yang dilaksanakan di masjid atau majelis taklim, para penyuluh memilih pendekatan “jemput bola” dengan mendatangi langsung lapak para pedagang. Di sela-sela melayani pembeli, para pedagang diajak membaca ayat-ayat Al-Qur’an dengan bimbingan tahsin dan tajwid yang benar.
Salah satu pedagang, Ismah (45), mengaku sangat terbantu dengan program tersebut. Ia menilai kehadiran penyuluh memberikan kemudahan bagi dirinya untuk tetap belajar agama tanpa harus meninggalkan aktivitas berdagang.
“Biasanya kalau ikut pengajian harus sore hari, kadang sudah capek. Dengan adanya penyuluh ke pasar, kami bisa tetap berdagang sambil belajar. Hati jadi lebih tenang,” ungkapnya.
Koordinator Penyuluh Agama Kraton, Awaluddin Kiraman, S.Ag., menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembelajaran Al-Qur’an, tetapi juga penguatan nilai-nilai moral dalam berdagang. Materi yang disampaikan meliputi kejujuran, etika komunikasi antara penjual dan pembeli sesuai sunnah, serta pentingnya zakat dan sedekah sebagai pembersih harta.
Kegiatan ini direncanakan menjadi agenda rutin setiap hari Senin dan Kamis. Diharapkan, Pasar Kluwih tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya nilai-nilai spiritual bagi masyarakat. (AKI)



