Berita

Menyiapkan Generasi Berkualitas melalui Bimbingan Perkawinan

Yogyakarta — Komitmen dalam membangun keluarga berkualitas terus diperkuat melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan (BIMWIN) yang diselenggarakan oleh KUA Mantrijeron pada Selasa (21/04/2026). Kegiatan ini berlangsung di Aula Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Mantrijeron dan diikuti oleh para calon pengantin.

Mengusung semangat “Nyawiji”, kegiatan ini menegaskan bahwa perjalanan menuju pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, tetapi juga mempersiapkan fondasi kuat bagi terbentuknya generasi masa depan. Pernikahan dipandang sebagai amanah besar dalam membangun peradaban melalui keluarga sebagai unit terkecil masyarakat.

Kepala KUA Mantrijeron, Setyo Purwadi, S.Ag., dalam sambutan pembukaannya menekankan pentingnya memaknai bimbingan perkawinan sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar pemenuhan syarat administratif. Ia mengingatkan bahwa kesiapan mental dan kedewasaan menjadi kunci dalam menghadapi dinamika kehidupan rumah tangga.

“Melalui program Bimbingan Perkawinan, negara hadir untuk membekali calon pengantin dengan pengetahuan dan kesiapan yang lebih matang. Ini penting agar pasangan mampu mengelola kehidupan keluarga dengan bijak dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu, pemateri Mu’inan, S.H.I., M.S.I., menyampaikan materi tentang pentingnya menyiapkan generasi berkualitas. Mengutip QS. An-Nisa ayat 9, ia mengajak peserta untuk memiliki visi jangka panjang dalam membangun keluarga, yakni mempersiapkan keturunan yang kuat secara fisik, intelektual, dan spiritual.

Menurutnya, keluarga yang sakinah tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui kesadaran dan komitmen kedua pasangan dalam menjalankan tanggung jawab, saling menguatkan dalam ketakwaan, serta memastikan generasi yang dilahirkan memiliki fondasi yang kokoh.

“Sebagai calon orang tua, kita harus berani memastikan bahwa generasi yang akan lahir tumbuh dengan kualitas terbaik dan tidak berada dalam kondisi lemah, baik secara moral maupun kemampuan hidup,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para calon pengantin memiliki bekal yang cukup untuk membangun keluarga harmonis dan berdaya, sekaligus berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih berkualitas di masa depan. (m.UIN.an)