15 Warga Binaan Kristiani Membarui Janji Baptis dalam Misa Paskah di Rutan Yogyakarta

Yogyakarta (Garakat) – Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta berkolaborasi dengan Komunitas Maximilianus Maria Kolbe (MMK) DIY serta Komunitas Doa Karismatik Katolik (KDKK) Talitakum Paroki Keluarga Kudus Banteng menyelenggarakan Misa Paskah di Gereja Kasih Kristus Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Yogyakarta pada Selasa, 7 April 2026.
Misa Paskah dipimpin oleh Moderator MMK DIY, Romo Julius Sukardi, Pr. Dalam homilinya, Romo Julius Sukardi menjelaskan bahwa bacaan Injil yang digunakan diambil dari bacaan Minggu Paskah pagi, mengingat pada hari tersebut tidak dilaksanakan perayaan Misa di rutan.
Ia menekankan bahwa “pemberian diri untuk kehidupan orang lain” menjadi inti dari pesan Paskah. Selama hidup-Nya, Yesus Kristus senantiasa memberi—memberi makan kepada orang banyak, menyembuhkan yang sakit, membangkitkan Lazarus, mengajarkan kasih, serta mengampuni orang berdosa yang bertobat. Puncaknya, Ia memberikan diri-Nya demi keselamatan dunia melalui sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya.
“Sebagai pengikut Kristus, kita pun dipanggil untuk senantiasa memberi, baik tenaga, waktu, pikiran, talenta, maupun materi kepada sesama yang membutuhkan,” ungkapnya.
Dalam perayaan tersebut, sebanyak 15 warga binaan (wabin) Kristiani membarui janji baptis dengan penuh khidmat. Dengan lilin bernyala di tangan, mereka mengikrarkan kembali komitmen iman di hadapan imam, dilanjutkan dengan pemercikan air suci dan nyanyian pujian. Prosesi ini menjadi momen refleksi untuk memperbarui iman dan mengingat kembali janji baptis sebagai pengikut Kristus.
Romo Julius Sukardi juga mengingatkan bahwa dalam perjalanan hidup, manusia tidak luput dari kesalahan dan dosa. Oleh karena itu, pembaruan janji baptis menjadi sarana untuk terus memperbaiki diri agar semakin dekat dengan kehendak Tuhan.
Setelah Misa Kudus yang dilanjutkan dengan doa umat dan liturgi Ekaristi, kegiatan ditutup dengan rekreasi serta makan bersama. Dalam suasana kebersamaan tersebut, para warga binaan berbagi pengalaman dan kesan. Salah satu wabin mengaku terharu karena tetap dapat merayakan Paskah meski jauh dari keluarga. Wabin lainnya menyampaikan bahwa pembaruan janji baptis menjadi pengalaman baru baginya. Sementara itu, peserta lain merasa bersyukur tetap dapat mengikuti Misa Paskah meskipun tidak dilaksanakan tepat pada hari raya.
Jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan ini sebanyak 28 orang, terdiri atas 15 warga binaan Kristiani, perwakilan MMK beserta moderator, anggota KDKK Talitakum Paroki Banteng, pegawai rutan, serta dua penyuluh agama Katolik, yaitu Kristoforus Moses Jamwav, S.E. dan Edelbertus Jara, S.Fil. (ej)



