Berita

Penyuluh Kotagede Tausiyah Pada Syawalan Kemantren

Yogyakarta (Jumat, 27/3/2026)—Lutfi (Penyuluh Agama Islam) hadir mewakili Kepala KUA Kotagede dalam acara Syawalan Keluarga Besar Kelurahan Rejowinangun yang bertempat di Aula Lantai 2 Kelurahan Rejowinangun.

Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh suasana kekeluargaan. Acara tersebut dihadiri oleh Mantri Pamong Praja (MPP) Kemantren Kotagede, KUA, Pelaksana Tugas (Plt.) Lurah Rejowinangun, Ketua LPMK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, ketua kampung, ketua lembaga, ibu-ibu PKK, serta RT/RW se-Kelurahan Rejowinangun.

Selanjutnya, dalam sambutannya, Mantri Pamong Praja (MPP) Komaru Ma’arif menegaskan pentingnya momentum Idulfitri sebagai sarana untuk memperbaiki hubungan, meningkatkan sinergi, serta memperkuat komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Acara inti, yaitu hikmah syawalan, disampaikan oleh Lutfi, S.Pd.I., selaku Penyuluh Agama Islam dari KUA Kotagede. Ia menjelaskan tentang tiga ciri orang bertakwa menurut Surah Ali Imran ayat 134, yaitu:

  1. Berinfak: Orang bertakwa adalah mereka yang ringan tangan dalam berinfak, baik saat berkecukupan (lapang) maupun saat kekurangan (sempit).
  2. Menahan amarah: Mereka mampu mengendalikan emosi dan tidak melampiaskan amarah, meskipun memiliki kemampuan untuk melakukannya.
  3. Memaafkan: Mampu memaafkan kesalahan orang lain, bahkan menghapus luka hati akibat kesalahan tersebut, bukan sekadar menahannya.

Acara kemudian ditutup dengan saling bersalaman dan ramah tamah antarseluruh peserta yang hadir. Suasana hangat dan penuh keakraban tampak mewarnai kegiatan tersebut, mencerminkan kuatnya rasa kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan Kelurahan Rejowinangun.

Dengan terselenggaranya kegiatan silaturahmi dan syawalan ini, diharapkan seluruh unsur di kelurahan dapat terus menjaga soliditas, meningkatkan koordinasi lintas sektor, serta bersama-sama mewujudkan pelayanan publik yang optimal dan pembangunan yang berkelanjutan di wilayah Kelurahan Rejowinangun. [Fie]