Berita

Penyuluh KUA Mergangsan Laksanakan Pembinaan Keagamaan di RUTAN Kelas IIA Yogyakarta

Yogyakarta, Rabu, 24/12/2025 — Penyuluh Agama Islam KUA Kemantren Mergangsan, Hari Purnomo, S.Pd., melaksanakan kegiatan pembinaan keagamaan bagi warga binaan di Masjid At-Taqwa RUTAN Kelas IIA Yogyakarta, melalui program INABAH (Ilmu Nasihat Bersihkan Hati), pada waktu menjelang pelaksanaan shalat Dhuhur, pukul 11.00–11.40 WIB.

Kegiatan pembinaan diawali dengan tadarus Al-Qur’an secara bersama-sama, membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas, serta Ayat Kursi, yang kemudian dilanjutkan dengan senandung doa setelah membaca Al-Qur’an.

Suasana masjid tampak khusyuk dan tertib, sebagai bagian dari ikhtiar menyiapkan hati dan jiwa warga binaan sebelum menunaikan shalat Dhuhur berjamaah.

Dalam pembinaan tersebut, Penyuluh menyampaikan materi keislaman yang mengangkat penjelasan para ulama tentang Asmaul Husna.

Pada kesempatan ini, materi difokuskan pada Asmaul Husna yang pertama, dengan tema “Tauhid yang Membebaskan Jiwa: Makna Huwallaahul-Ladzii Laa Ilaaha Illaa Huwa.”

Melalui penyampaian yang komunikatif dan menyentuh hati, Penyuluh menjelaskan bahwa kalimat tauhid Huwallaahul-ladzii laa ilaaha illaa Huwa bukan sekadar bacaan, tetapi merupakan pondasi iman yang mampu membebaskan jiwa, meskipun seseorang berada dalam keterbatasan ruang dan waktu.

Tauhid mengajarkan bahwa keyakinan kepada Allah tidak pernah bisa dipenjara, serta menjadi sumber kekuatan, ketenangan, dan harapan hidup.

Penyuluh juga mengajak warga binaan untuk menjadikan tauhid sebagai sandaran utama dalam menjalani hari-hari, dengan menata hati agar tidak terpenjara oleh kecemasan, penyesalan masa lalu, maupun kegelisahan terhadap masa depan.

Dengan keimanan yang benar, seseorang diyakini mampu bertahan, memperbaiki diri, dan menata harapan secara lebih tenang dan bermakna.

Program INABAH ini secara khusus bertujuan untuk membiasakan warga binaan siap melaksanakan shalat Dhuhur berjamaah.

Dengan adanya kegiatan tadarus dan pembinaan sebelum adzan, warga binaan diarahkan agar tidak tidur di kamar sel masing-masing, tidak mengantuk, serta sudah berada di masjid ketika adzan berkumandang, sehingga shalat Dhuhur dapat dilaksanakan secara berjamaah dengan tertib dan khusyuk.

Melalui pembinaan rutin ini, diharapkan nilai-nilai keimanan, ketauhidan, dan kedisiplinan ibadah dapat terus tumbuh dalam diri warga binaan, sebagai bekal memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih baik ke depan.(HP)